Digital Onboarding

Daftar Isi [Sembunyikan]

     

    Digital Onboarding

     

    Untuk mendapatkan calon customer baru tersebut dikenal pula dengan istilah customer onboarding. Pada tahapan ini tujuannya untuk mengenal lebih dekat dengan calon customer terhadap produk yang kita tawarkan. Di era dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, proses onboarding bagi customer selain dilakukan secara manual juga perlu dilakukan menggunakan metode digital onboarding.

     

    1.    Digital Onboarding

    Digital onboarding dikenal sebagai proses onboarding yang dapat dilakukan jarak jauh secara online melalui perangkat digital. Lebih jelasnya, digital onboarding merupakan sistem yang juga disebut proses berlangganan atau memperoleh pengguna baru secara online untuk dapat mengakses semua layanan dan produk yang ditawarkan perusahaan maupun lembaga pemerintah.

    Beberapa manfaat menggunakan sistem Digital Onboarding:

    1. Meminimalisir penggunaan waktu.
    2. Proses yang mudah dengan hasil yang cepat (dibawah hitungan menit).
    3. Mengurangi penggunaan kertas dan memangkas biaya.
    4. Customer experience yang lebih baik

    2.    Aktivasi penjualan

    Di era serba digital seperti saat ini, digital marketing menjadi pilar penting dalam mengembangkan suatu bisnis. Khususnya dalam hal promosi dan kegiatan pemasaran suatu produk. Salah satu proses penting yang harus dilalui adalah digital activation. Dimana penting sekali untuk mengembangkan dan mempertahankan produk yang memiliki ciri khas di tengah kompetisi bisnis yang sangat tinggi. Sebagaimana kita tahu, saat ini pasar lebih didominasi dengan permintaan untuk mendapatkan user experience (UX) dari suatu brand yang mereka inginkan. Strategi aktivasi merek adalah langkah tepat untuk memasarkan dan mempromosikan produk dengan tetap mempertahankan interaksi dengan konsumen.



    Aktivasi penjualan merupakan strategi penjualan yang memanfaatkan penargetan mikro audiens dan berbasis interaksi antara brand dengan konsumen atau calon konsumen melalui berbagai aktivitas, untuk membangun dan meningkatkan brand awareness (kesadaran merek) dan mendorong prospek atau penjualan langsung secara digital. Dan karena berbasis digital, proses atau alurnya lebih cepat, murah, dan sangat terukur. Brand activation dikatakan sukses apabila mampu menciptakan engagement dengan konsumen. Aktivasi digital untuk meningkatkan brand engagement sebaiknya berfokus pada pengalaman pelanggan karena mereka bisa saja bosan dengan konten-konten (foto atau video) yang sebelumnya disajikan. Brand pun bisa menggunakan aktivasi digital secara online melalui media sosial untuk membangun brand awareness masyarakat terhadap brand.

    Syarat suatu keberhasilan aktivasi penjualan yaitu:
    1. Menciptakan brand awareness
    2. Meningkatkan minat konsumen untuk mencoba produk
    3. Membangun hubungan erat dengan pelanggan

     

    3.    Platform Digital

    Istilah platform digital dalam beberapa tahun terakhir jamak kita dengar penyebutannya. Kondisi ini terjadi seiring derasnya laju digitalisasi yang terjadi di seluruh aspek kehidupan di dunia. Proses digitalisasi yang terjadi secara cepat dan luas membuat banyak perusahaan melahirkan platform-platform digital baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.



    Kehadiran platform digital menjadi salah satu akibat dari proses digitalisasi yang mau tak mau harus dilakukan manusia saat ini. Tanpa digitalisasi, kegiatan manusia di berbagai bidang akan tertinggal. Karena itu, proses digitalisasi harus didorong untuk terus berlangsung secara efektif dan cepat.

    Meski kemunculannya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun hingga kini masih banyak pihak yang belum memahami betul arti dari istilah platform digital. Ketidakpahaman ini tak jarang menimbulkan dampak negatif berupa timbulnya kesalahan masyarakat dalam melakukan transformasi digital.

    Platform Digital dapat diartikan sebagai sebuah tempat, wadah, atau sarana yang memfasilitasi bertemunya para pihak untuk saling bertukar informasi, berdagang, atau menawarkan jasa dan layanan. Kehadiran platform digital membuat seluruh kegiatan di atas bisa dilakukan dalam satu tempat, yang mempertemukan langsung pihak penjual dan pembeli, pemberi dan penerima informasi, atau penyedia dan pemakai jasa/layanan.

     

    4.    Kelebihan aktivasi penjualan melalui platform digital

    a.   Hasil Lebih Cepat

    Aktivasi penjualan melalui platform digital pada dasarnya mengandalkan jaringan internet. Artinya, tahapan dan proses yang dilakukan akan memiliki kesempatan lebih cepat. Proses tersebut akan sampai pada konsumen dan akhirnya meningkatkan brand awareness. Ketika konsumen sudah mengerti dan mengetahui tentang brand tersebut, maka ada beberapa keuntungan lain. Konsumen akan memiliki loyalty terhadap brand yang Anda miliki dan tidak akan berpindah ke brand lainnya. Loyalty sangat penting untuk mempertahankan posisi bisnis Anda dalam dunia digital.

    b.   Persiapan Cepat

    Tidak bisa dipungkiri bahwa era digital memberikan akses yang lebih cepat untuk memperkenalkan sebuah brand kepada calon konsumen. Metode yang digunakan juga sangat beragam, mulai dari promosi hingga diskon. Sebagai contoh, metode berupa promotions activation sangat umum dilakukan oleh para pemilik bisnis. Biasanya, bersamaan dengan launching brand baru akan ada diskon besar-besaran yang ditawarkan kepada calon konsumen. Menariknya, persiapan dalam launching ini bisa dilakukan dengan cepat. Anda bisa memanfaatkan media iklan di berbagai media sosial. Selain cepat, jangkauan dari promosi tersebut juga lebih luas.

    c.    Campaign Berkelanjutan

    Aktivasi penjualan melalui platform digital memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan riset tersendiri. Ada ratusan bentuk brand activation yang bisa dipakai. Namun, pastinya tidak semua bentuk aktivasi bisa berjalan sesuai harapan. Memang ada banyak sekali bentuk brand activation. Beberapa mungkin akan menunjukkan hasil memuaskan dan beberapa lagi tidak. Namun, justru hal ini bisa Anda jadikan sebagai pengetahuan untuk campaign berkelanjutan. Misalnya, jika ada salah satu brand activation yang berhasil maka bisa Anda teruskan dan kembangkan. Memaksimalkan bentuk aktivitas tersebut dengan memberikan sentuhan kreativitas lain.

    d.   Adanya Feedback

    Aktivasi penjualan melalui platform digital pada dasarnya adalah interaksi dua arah antara pemilik bisnis dengan konsumen. Artinya, setelah launching maka pemilik bisnis bisa langsung mendapatkan feedback dari orang lain. Feedback sangat penting demi menjaga eksistensi brand yang Anda miliki. Biasanya, konsumen akan memberikan saran, masukan, hingga kritik. Masukan seperti ini penting untuk memperbaiki kekurangan yang sebelumnya masih terlihat.


    e.    Laba Investasi Kuat

    Pesan yang tersampaikan lebih cepat membuat awareness kepada konsumen juga lebih cepat terjadi. Ketika hal ini bisa berjalan dengan baik, maka keuntungan yang diharapkan sebelumnya juga akan mulai terlihat. Meskipun promosi yang dilakukan menghabiskan biaya besar, tetapi hal tersebut sebanding dengan hasilnya. Investasi yang Anda lakukan jelas memberikan hasil dan pada akhirnya keuntungan bisa didapatkan.

    5.    Macam – macam platform digital

    Karena sifatnya yang luas, platform digital memiliki jenis yang berbeda-beda. Perbedaan ini muncul mengikuti keragaman fungsi dan tujuan dari dibentuknya suatu platform digital. Sebagai contoh, saat ini ada berbagai nama digital platform sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn. Selain itu ada website, marketplace, dan online retail.

    6.    Aktivasi penjualan melalui media sosial

    Secara sederhana, social media marketing adalah proses marketing yang dilakukan lewat media sosial. Biasanya media sosial yang digunakan adalah Facebook, Instagram, atau Twitter.

    Namun, maknanya bisa lebih lebih luas. Menurut Hubspot, social media marketing adalah sebuah aksi pembuatan konten. Konten inilah yang nantinya akan menarik perhatian masyarakat.

    Sedangkan menurut Neil Patel, social media marketing adalah proses menarik perhatian orang agar terikat (engaged) dengan konten yang disajikan. Jika sudah terikat, kemungkinan konten itu akan dibagikan tentu jadi lebih besar. memberikan saran, masukan, hingga kritik. Masukan seperti ini penting untuk memperbaiki kekurangan yang sebelumnya masih terlihat.



    Sebelum melakukan aktivasi penjualan, memikirkan teknis penggunaannya secara matang dan melakukan persiapan yang diperlukan, akan membantu pemasar untuk memastikan efektivitas media sosial saat digunakan sebagai pendukung kegiatan marketing. Tak hanya efektivitas kontennya, tapi juga impact-nya terhadap bisnis, serta jasa atau produk yang ditawarkan.

    Tiap media sosial tidak hanya punya fungsi khusus, tapi juga karakteristik pengguna dengan perilaku digital yang berbeda.Maka itu, meski kita bebas memilih channel media sosial yang mau digunakan, penting juga untuk kita menentukan beberapa hal dulu sebelum akhirnya memilih channel yang tepat.

    Hal ini perlu disampaikan, karena tak jarang pemasar yang berpikir instan, “Instagram lagi rame ya, kita harus bikin Instagram!” Padahal, mungkin layanan itu kurang pas dengan konten yang dihasilkan dari strategi komunikasi yang dikembangkan, bahkan tidak sesuai dengan kelompok audiens yang disasar.

    Jika demikian, pemasar akan mengalami kesulitan mendorong efektivitas pemasaran lewat media sosial yang dilakukan. Maka itu, hindari dan lakukan beberapa tahapan sebelum memulai kegiatan aktivasi penjualan di media sosial.

     a.   Menentukan tujuan

    Hal paling dasar adalah menentukan, apa yang ingin dicapai dari penggunaan media sosial? Apakah untuk meningkatkan awareness terhadap merek tertentu? Menarik arus pengunjung ke website atau portal konten? Atau sebagai pusat pelayanan informasi atau customer service?

    Tetap tujuan dulu, dan lakukan secara spesifik, dengan tolak ukur yang jelas. Misal, jika ingin meningkatkan awareness terhadap merek tertentu, maka yang mesti diukur adalah jumlah views terhadap konten yang memuat merek tersebut.

     b.   Menetapkan sasaran

    Pada 1948, pakar komunikasi Harold Lasswell (dalam tulisan berjudul The Structure and Function of Communication in Society) mengingatkan betapa pentingnya menentukan elemen “to whom” dalam rancangan strategi komunikasi.

    Dan tentunya juga berlaku dalam tahapan pengelolaan media sosial ini. Kita harus menetapkan profil sasaran audience untuk mencapai tujuan di tahap pertama.Kalau sudah tahu mau menyasar siapa; lengkapi informasi tentang karakteristik dan perilaku sasaran. Seperti: Layanan media sosial yang aktif digunakan, apa tujuannya, sampai waktu penggunaan.

     

    c.    Merancang konten

    Bagian ini penting dilakukan setelah menetapkan sasaran dan sebelum masuk pada tahap memilih layanan yang digunakan.

    Rancang konten berdasarkan informasi tentang audiens yang disasar. Tentukan format yang kemungkinan paling menarik untuk mereka. Pastikan gaya pendekatan yang dirasakan cocok dengan mereka.Sebagai gambaran, kuadran di bawah ini mungkin bisa membantu Anda memetakan dan merancang konten yang tepat berdasarkan tujuan pemasaran (meski tak semua tipe konten cocok dengan platform media sosial tertentu).

     


    Gambar 1. Pemetaan dan perancangan konten

     

    d.   Memilih saluran

    Tujuan sudah terang, sasaran sudah pasti, konten pun sudah dirancang; sekarang saatnya untuk memilih tempat memuatnya. Pilih media sosial yang paling cocok dengan tujuan, profil sasaran, dan konten. Apakah Facebook? Tiktok? YouTube? Atau Instagram?.

    Karena kalau diamati, nyaris semua layanan media sosial relatif serupa dari sisi teknis atau fitur. Maka, kalau tujuan, profil sasaran, dan kontennya sudah jelas, kita tinggal pilih yang paling pas, cocok untuk memuat konten yang sudah dirancang, dan aktif digunakan oleh sasaran audiens yang disasar.

     

    e.    Menentukan pengukuran performa

    Salah satu keunggulan menggunakan media digital atau online untuk kegiatan pemasaran adalah, nyaris semua bisa kita ukur dan catat performanya. Maka hal yang perlu dipastikan setelah tujuan, sasaran, konten, dan channel, adalah ukuran untuk memantau efektivitas kegiatan kita di media sosial.

    Ulas kembali: Apa tujuan kita? Siapa sasarannya? Seperti apa perilakunya? Apa konten yang akan ditawarkan? Seperti apa? Di mana? Lalu tetapkan: Apa ukuran efektivitasnya? Apakah jumlah pengikut? Jumlah berapa kali konten dilihat? Jumlah pengguna yang menyebarkan pesan?

    Yang jelas, sesuaikan dengan tujuan. Agar kita bisa mengetahui dengan jelas tentang apa yang kurang dan apa yang sudah berjalan baik; hingga bisa terus mengembangkan kegiatan di media sosial dari waktu ke waktu. Setelah tahu apa yang mau diukur, cari layanan atau fitur yang memungkinkan kita mendapatkan data tersebut secara periodik; per hari, pekan, sampai per bulan.


    Gambar 2. Tahapan aktivasi pejualan di media sosial

     

    Kalau sudah, kegiatan aktivasi penjuala melalui media sosial bisa mulai kita jalankan. Dan ingat, kalau menjalankan kegiatan di media sosial bukan hanya tentang menyajikan konten, tapi juga membangun relasi dan interaksi dua arah dengan pengguna lain.

    Jenis dan Platform dalam Social Media Marketing

    Di dunia dengan populasi lebih dari 7 miliar, 3 miliar orang aktif di media sosial. Di bagian ini, kita akan melihat delapan platform media sosial yang penting jika Anda ingin melakukan sosial media marketing yang efektif.



    1.  Facebook

    Industri (B2B dan B2C): E-commerce, retail, Perbankan, layanan keuangan dan asuransi (BFSI), Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), hiburan, fashion, real estate, berita, kesehatan, olahraga

    Terlepas dari apakah Anda seorang B2B atau merek B2C, Anda harus hadir di platform Facebook. Ini menggabungkan fitur-fitur terbaik dari hampir setiap platform media sosial dan kemungkinan besar audiens Anda juga ikut menggunakannya!

    Bisnis dapat menggunakan Facebook untuk berbagi konten, terlibat dengan pelanggan, menjalankan iklan, atau bahkan menggunakannya sebagai platform untuk memberikan dukungan pelanggan.

     

    2.  Twitter

    Industri (B2B dan B2C): Berita, teknologi, e-commerce, ritel, hiburan, perjalanan, olahraga, kesehatan, telekomunikasi, BFSI

    Twitter memungkinkan Anda untuk mengekspresikan pendapat Anda dalam 280 karakter. Dikenal sebagai perintis penggunaan hashtag, Twitter adalah platform media sosial bagi pengguna untuk berbagi pemikiran, menjangkau merek dan selebriti, serta mengonsumsi berita dan cuplikan informasi.

    Merek terutama menggunakan Twitter untuk layanan pelanggan karena itu adalah platform yang sering digunakan pelanggan untuk interaksi merek yang tepat waktu. Misalnya: lihat bagaimana Indihome menanggapi keluhan pelanggan dan bagaimana mereka memproyeksikan citra merek mereka.

    Pengguna Twitter cenderung lebih paham teknologi, sehingga Twitter telah menjadi pusat penemuan informasi. Oleh karena itu, merek B2B dan B2C harus menggunakan Twitter untuk mempublikasikan konten mereka.

     

    3.  LinkedIn

    Industri (Kebanyakan B2B): Hukum, BFSI, teknologi, manufaktur, pemasaran, pendidikan, pekerjaan

    Hadir di LinkedIn adalah wajib bagi organisasi B2B karena menawarkan banyak peluang untuk mengembangkan bisnis Anda. Meski brand B2B mendominasi LinkedIn, brand B2C juga menggunakannya meski hanya untuk mencari calon karyawan.

    Bagi individu, LinkedIn adalah platform yang bagus untuk menampilkan keahlian dan menjadikan diri mereka sebagai pemimpin pemikiran di ceruk mereka. Merek dapat menggunakan halaman perusahaan LinkedIn seperti halaman Facebook sambil menjaga nadanya tetap profesional.

     

    4.  Instagram

    Industri (B2C): E-commerce, fashion, retail, makanan dan minuman, kecantikan, perjalanan, fotografi, hiburan, real estat

    Instagram adalah platform visual berbasis seluler yang memungkinkan Anda berbagi gambar dan video. Popularitas Instagram telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan tumbuh lebih besar karena konsumen terus menyukai video vertikal, video langsung, dan cerita. Instagram meluncurkan platform video vertikal yang disebut IGTV yang memungkinkan Anda untuk berbagi video dengan durasi lebih dari satu menit.

    Jika Anda menjual produk fisik, maka Anda harus mencoba Belanja di Instagram. Ini adalah fitur hebat yang diklaim oleh banyak pakar sebagai masa depan perdagangan sosial.



    5.  YouTube

    Industri (B2B dan B2C): Hampir semua industri yang dapat membuat konten video untuk pemasaran

    YouTube adalah platform berbagi video online yang memungkinkan Anda melihat, membagikan, dan mengupload konten video. Pertumbuhan eksponensial pemasaran video telah mendorong merek untuk membuat dan berbagi konten video di YouTube secara ekstensif. Jika Anda berencana untuk bergabung dengan YouTube, berikut tiga fakta untuk Anda pertimbangkan:

    1. YouTube adalah mesin pencari terpopuler kedua setelah Google
    2. Dimiliki oleh Google
    3. Jika pesaing Anda sudah ada di YouTube, itu akan lebih menantang untuk membuat merek bisnis Anda lebih terlihat.

     6.  Pinterest

    Industri (Kebanyakan B2C): Seni, DIY, kerajinan, kecantikan, fashion, e-commerce, arsitektur, makanan, fotografi

    Pinterest adalah platform visual yang bagus bagi individu dan merek untuk mencari inspirasi upaya artistik dan mempromosikan aktivitas DIY. Anda akan menemukan banyak sekali ide dalam bentuk pin (gambar) dan papan (kumpulan gambar) tentang suatu topik.

    Meskipun Pinterest sangat populer di kalangan wanita di tahun- tahun awalnya, perubahan telah diamati dalam penggunaannya pada tahun 2016 di mana pengguna wanita turun dari 83% – 60%.

    Merek dapat membuat akun bisnis di Pinterest serta menjalankan iklan untuk menjangkau audiens target mereka.



    7.  Snapchat

    Industri (Kebanyakan B2C): Kesehatan, fashion, makanan dan minuman, live event / konser, retail

    Snapchat adalah platform visual eksklusif seluler lainnya yang menjadi terkenal karena visibilitas konten pendeknya. Gambar dan video yang diposting di Snapchat menghilang setelah 24 jam. Snapchat adalah platform sosial paling populer di kalangan milenial dan pengguna gen Z. Platform ini juga dikenal dengan lensa wajah (filter). Karena kontennya berumur pendek, Snapchat cocok untuk membuat konten yang mentah dan asli.

    Selain membangun merek secara organik, organisasi dapat menjalankan iklan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

     

    8.  TikTok

    Industri (Kebanyakan B2C): Hiburan, Fashion, Drama, hampir semua industri yang dapat membuat konten video yang menarik

    Mirip dengan Snapchat dan Instagram, TikTok bersifat eksklusif untuk seluler. Aplikasi ini, bagaimanapun, terutama berorientasi pada video dan melayani audiens yang jauh lebih muda sehingga pemasar dapat memilihnya untuk secara khusus menargetkan pengguna Gen Z.

    Pemasaran influencer dan promosi berbayar baru saja mulai muncul. Oleh karena itu, ia memiliki potensi yang luar biasa untuk mendorong kampanye viral berbiaya rendah.


    7. Aktivasi penjualan melalui website

    Website adalah suatu halaman web yang dapat diakses melalui Internet. Dalam sebuah web biasanya akan tersedia sebuah informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi.

    Menurut Global Web Index, 62% pelanggan mengunjungi website hanya untuk mencari informasi mengenai merek maupun produk.

    Jadi, sebagai seorang pengusaha, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk membuat website sebagai media branding maupun promosi bisnis.


    1.    Daftarkan nama domain

    Kamu perlu menyiapkan alamat website yang mudah diingat, agar pengguna internet dapat dengan mudah menemukan website produk jualan kamu.

    Kamu bisa memanfaatkan layanan platform online yang bisa membantu kamu membuat website yang cocok. Saat ini sudah banyak pilihan platform online untuk membuat website gratis. Misalnya saja untuk membuat toko online, kamu bisa mencoba Sirclo.

    Cara membuat website setiap platform hampir sama.
    1. Buka buka platform online yang diinginkan dan daftarkan diri kamu.
    2. Pilih template website yang sesuai. Nanti kamu bisa mengubah template ini di lain waktu.
    3. Masukkan nama domain dan data lainnya untuk pembuatan website. Pastikan kamu memilih hanya produk gratis di seluruh tahap ini.

     

    2.   Siapkan bahan, desain dan lengkapi laman website jualan kamu

    Selanjutnya, kamu perlu mengumpulkan bahan-bahan yang akan dimuat untuk website jualan kamu. Bahan-bahan itu berupa text dan gambar atau foto. Atau segala sesuatunya yang akan kamu isi untuk laman website kamu.

    Untuk gambar atau foto, harus menggunakan format file berupa JPEG atau GIF agar dapat dibaca oleh program Internet Explorer. Kamu bisa membuatnya dengan program gambar seperti Paint yang banyak tersedia di Windows atau dengan software gratis yang lebih baik seperti GIMP atau software komersil seperti Photoshop, Corel Draw, dan lain sebaginya.

    Nah, selanjutnya mengisi konten website. Untuk text, kamu harus merubahnya ke dalam file yang berformat HTML. Hal ini berfungsi agar dapat dibaca oleh program Internet Explorer/Firefox.

    Kalau kamu belum mempelajari bahasa HTML, kamu dapat membuatnya dengan menggunakan software HTML Editor gratis seperti HTML Kit, Kompozer, dan lain-lain. Atau dapat juga Anda menggunakan software komersil. Salah satu contoh Dreamweaver.

    File text dan gambar tersebutlah yang akan diakses oleh pengunjung Website kamu. Selanjutnya Anda cukup meng-upload file tersebut ke server.

     

    3.  Lakukan promosi dan analisa website kamu

    Salah satu kunci keberhasilan sebuah website adalah mempromosikannya. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mempromosikan website jualan online kamu. Diantaranya memanfaatkan media sosial, iklan banner, dari mulut ke mulut, beriklan di iklan baris, iklan di forum, beriklan di media massa, membagi brosur dan lain sebagainya.

    Lakukan update secara rutin untuk produk terbaru dan arahkan pembeli untuk berbelanja ke website jualan kamu. Website kamu tetap menjadi media yang terbaik dan paling

    nyaman untuk berinteraksi. Menggunakan perpaduan promosi antara media sosial dengan website inilah yang banyak dilakukan para pelaku bisnis besar di dunia yang sudah menjadi trend.

    Cara promosi lain dengan memasang iklan di intenet. Hal ini dapat kamu lakukan dengan cara iklan text atau banner seperti Google AdWords, Kaskus, dan lain sebagainya. Kamu bisa melihat statistik jumlah pengunjung perhari, perminggu, perbulan.

    Kalau website jualan kamu memiliki jumlah pengunjung yang tinggi, kamu dapat menerima pemasangan banner atau iklan di website.

     

    8.    Aktivasi penjualan melalui marketplace

    Marketplace adalah perantara online bagi penjual dan pembeli. Penjual dapat menjajakan barang dagangannya di suatu marketplace bersamaan dengan penjual lain yang mungkin menjual barang serupa atau berbeda. Kemudian, pembeli juga dapat mencari barang yang diinginkannya melalui marketplace tersebut. Intinya, marketplace adalah tempat untuk berjualan online yang menggabungkan beberapa penjual dan merek produk.


    Macam-macam Marketplace

    Terdapat dua jenis marketplace atau pasar online, yakni marketplace murni dan marketplace konsinyasi. Apa saja perbedaannya? Simak penjelasannya di bawah ini.

     

    1.    Marketplace murni

    Marketplace murni adalah pasar online yang membebaskan penjual untuk memasarkan berbagai barang dagangannya. Seluruh foto dan deskripsi produk disediakan sendiri oleh penjual. Kemudian, pembayarannya juga telah disediakan oleh pihak marketplace. Salah satu contoh marketplace murni yang ada di Indonesia adalah Tokopedia.

     

    2.    Marketplace konsinyasi

    Berbeda dari marketplace murni, marketplace konsinyasi adalah kerja sama yang dilakukan antara dua brand Catau lebih. Perumpamaan mudahnya adalah sistem titip barang. Misalnya, brand A membuka kerja sama konsinyasi, lalu brand B menitipkan barang dagangannya untuk dijualkan oleh brand A. Penitip barang hanya perlu menyetorkan foto dan deskripsi produk pada pihak marketplace konsinyasi, dalam hal ini adalah brand A.

    Perbedaan paling mendasar dari kedua jenis marketplace adalah alur transaksinya. Jika marketplace murni memungkinkan adanya pertemuan langsung antara penjual dan pembeli, seluruh transaksi yang terjadi di marketplace konsinyasi sepenuhnya ditangani oleh pihak pemilik marketplace. Maraknya perkembangan marketplace sejak beberapa tahun terakhir ini bukannya tanpa alasan. Marketplace adalah platform jualan online yang menawarkan berbagai kelebihan untuk para pelaku bisnis.

    Berikut ini beberapa kelebihan tersebut.

    1.  Perkembangan bisnis mudah dipantau

    Beberapa marketplace biasanya memiliki fitur insight yang dapat menampilkan statistik pengunjung. Jadi, sebagai pemilik usaha, Anda bisa melihat jumlah pengunjung toko, jumlah pembeli, dan jumlah konsumen yang merespons. Semua hal tersebut menampilkan laju perkembangan bisnis Anda dan dapat dijadikan  sebagai bahan evaluasi serta landasan saat memutuskan strategi pemasaran.

     

    2.  Konsumen selalu ada

    Tak perlu kehilangan konsumen ketika menggunakan marketplace sebagai tempat berdagang. Saat ini, minat masyarakat untuk berbelanja sudah bergeser dari pasar offline ke online platform. Selain disebabkan oleh pandemi Covid-19, pergeseran gaya hidup tersebut terjadi karena meningkatnya implementasi teknologi di tengah masyarakat.

     

    3.  Banyak fitur penunjang bisnis

    Beberapa marketplace memiliki fitur yang menarik untuk menunjang bisnis Anda. Fitur-fitur tersebut antara lain verifikasi toko, asuransi, integrasi pembayaran, promosi, dan lain-lain. Seluruhnya bisa Anda gunakan untuk memikat konsumen di tengah ketatnya persaingan dalam marketplace.

     

    4.  Peluang bisnis lebih besar

    Selain tiga hal di atas, pemilik bisnis juga dapat meningkatkan peluang dengan cara bergabung dalam komunitas bersama beberapa penjual lainnya. Selain bekerja sama, Anda juga dapat saling berbagi ilmu dan peluang baru.

     

    Kekurangan Berbisnis di Marketplace

    Meski memiliki berbagai kelebihan, ada juga kekurangan dan risiko yang mesti ditanggung ketika berbisnis di marketplace. Beberapa kekurangan berbisnis di marketplace adalah:

     

    1.  Kondisi Pasar Dinamis

    Salah satu kelemahan berbisnis di marketplace adalah kondisi pasar yang beragam, sehingga mungkin toko Anda sulit ditemukan oleh pembeli. Artinya, peluang terjadinya penjualan pun jadi tidak menentu atau sporadis.

     2.  Persaingan ketat

    Karena nyaknya penjual yang terdapat dalam sebuah marketplace, persaingan pun menjadi semakin ketat. Ditambah lagi dengan hadirnya fitur verifikasi toko yang cenderung mengarahkan pembeli pada toko yang telah terverifikasi. Jika toko Anda belum terverifikasi di marketplace, tentu hal ini dapat menjadi hal yang mengurangi peluang terjadinya penjualan.

     

    3.  Bersaing dengan penjual curang


    Salah satu kekurangan marketplace adalah terdapat penjual- penjual bodong yang dapat mengurangi kepercayaan pembeli. Bagi pembeli yang pernah terjebak penjual bodong di marketplace, tentu mereka akan berpikir dua kali untuk kembali belanja di platform online tersebut. Alhasil, Anda jadi harus bekerja lebih keras untuk menaikkan rasa percaya pembeli terhadap toko Anda.

     

    4.  Bergantung pada reputasi marketplace

    Kekurangan terakhir adalah perkembangan bisnis Anda juga dipengaruhi oleh reputasi marketplace tersebut. Jika sebuah marketplace tidak memiliki manajemen yang baik, pelanggan juga enggan untuk berbelanja di marketplace tersebut sehingga mengakibatkan usaha Anda turut mengalami penurunan penjualan.

    Aktivasi penjualan melalui Marketplace Shopee

    Shopee kini menjadi platform marketplace dengan pengguna aktif terbanyak di Indonesia. Jika berdasarkan laporan iPrice di Q4-2020, Shopee berada pada peringkat pertama peta e-commerce di tanah air di mana memiliki pengunjung website bulanan sebanyak 129,320,800.

    Karena itu, tentunya dengan berjualan di Shopee Anda memiliki kesempatan untuk menjangkau banyak pembeli yang merupakan pengguna aktif di platform marketplace tersebut.

    Untuk Anda yang ingin berjualan atau menjadi Seller di Shopee, ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan.

     

    a).  Daftar Akun Shopee

    1. Buka situs Shopee (untuk pengguna desktop/laptop) atau aplikasi Shopee (untuk pengguna smartphone);
    2. Buat akun baru dengan klik ‘Daftar’, dan lakukan verifikasi nomor handphone dan email
    3. Kemudian ubah username Shopee Anda, jika perlu dilakukan.





    Gambar 3. Membuka situs shopee

    b).  Lengkapi Profil Toko

    Setelah memiliki akun di Shopee, langkah selanjutnya yakni melengkapi profil toko. Berikut caranya:

    1. Via Seller Center: Buka Seller Centre, pilih ‘Profil Toko’ > kemudian lengkapi ‘Nama Toko’ > ‘Deskripsi Gambar’ > ‘Deskripsi’ setelah itu klik ‘Simpan’.
    2. Via Aplikasi Shopee: Buka Aplikasi Shopee Anda, pilih ‘Saya’ lalu ‘Toko Saya’. Pilih ‘Asisten Penjual’ > ‘Profil Toko’ > kemudian lengkapi ‘Nama Toko’ > ‘Deskripsi Gambar’ > ‘Deskripsi’ setelah itu klik ikon ‘Centang’ di pojok kanan atas menu.

     




    Gambar 4. Melengkapi profil toko di Shopee

     

    c).  Tentukan Jasa Kirim

    Tahap selanjutnya, pilih jasa kirim yang ingin Anda gunakan ketika ingin mengirim produk yang toko Anda jual ke pembeli. Saat ini, pilihan jasa kirim yang bisa dipilih adalah JNE (YES, REG dan OKE), J&T Express, Pos Indonesia, Grab (same day), dan GoSend (same day). Sebagai informasi, setiap mengaktifkan jasa kirim baru di level toko, jangan lupa untuk mengaktifkan juga di level produk.

          Berikut cara Memilih jasa kirim level toko:

    1. Via Seller Center: Pergi ke Seller Centre, dan pilih ‘Jasa Kirim Saya’.Setelah itu, pilih Jasa Kirim yang ingin diaktifkan atau dinonaktifkan.
    2. Via Aplikasi Shopee: Buka Aplikasi Shopee di handphone Anda, pilih ‘Saya’ lalu ‘Toko Saya’. Kemudian, pilih ‘Jasa Kirim Saya’ untuk memilih jasa kirim yang ingin diaktifkan atau dinonaktifkan pada level toko.

          Cara Memilih jasa kirim level produk:

    1. Via Seller Center: Pergi ke Seller Centre dan klik ‘Produk Saya’. Pilih Produk yang ingin diatur Jasa Kirimnya. Pilih ‘Ubah’ dan Pilih ‘Pengiriman’. Lalu Anda bisa memilih Jasa Kirim yang ingin diaktifkan atau dinonaktifkan.
    2. Via Aplikasi Shopee: Buka Aplikasi Shopee di handphone Anda, pilih ‘Saya’ lalu ‘Toko Saya’. Pilih ‘Asisten Penjual’ > ‘Produk Saya’ > kemudian pilih produk yang ingin diatur Jasa Kirimnya, dan Klik ‘Ubah Produk’ > ‘Ongkos Kirim’ setelah itu pilih Jasa Kirim yang ingin diaktifkan. Dalam Aplikasi akan terlihat Jasa Kirim yang diaktifkan dan dinonaktifkan pada produk. Pilih Jasa Kirim yang ingin diaktifkan/dinonaktifkan. Setelah itu klik ‘Simpan’.

     d).  Tambahkan Rekening Bank

    Langkah selanjutnya yaitu memasukkan nomor rekening. Nantinya, nomor rekening ini berguna untuk pencairan dana penjualan.

    Berikut caranya:
    1. Pilih ‘Rekening Bank’ di Seller Center, atau ‘Pengaturan Saldo Penjual’ lewat Aplikasi Shopee;
    2. Klik ‘Tambah Rekening Bank’ atau ‘Rekening Bank’ untuk menambahkan data rekening tabungan di Toko Shopee.

    e).  Upload Produk

    Setelah melengkapi data profil toko hingga memasukkan rekening bank, kini Anda sudah bisa mulai berjualan. Silakan upload produk yang dijual dengan mengikuti beberapa langkah ini:

    1. Akses akun toko Anda di Seller Center (seller.shopee.co.id) atau klik Saya > Mulai Jual di Aplikasi Shopee;
    2. Kemudian klik ‘Tambah Produk Baru’;
    3. Lengkapi Informasi Penjualan dengan deskripsi produk yang lengkap dan sesuai, serta Informasi Pengiriman mengenai jasa kirim yang akan digunakan. Pastikan Produk yang diupload tidak termasuk barang yang dilarang oleh Shopee;
    4. Klik ‘Simpan & Tampilkan’ untuk menampilkan produk Anda di Toko. Oh ya, Anda bisa juga bisa promosi untuk membantu mendapatkan pesanan pertama.

     

    8.    Aktivasi penjualan melalui online retail

    Istilah "bisnis ritel online" menyiratkan proses bisnis di mana pelanggan memiliki banyak pilihan dalam mencari, memilih, dan membeli produk, informasi, dan layanan melalui internet. Sebagian besar pengecer menjual barang mereka secara online, dan ini menjelaskan mengapa bisnis ritel online hanyalah sebuah bentuk perdagangan elektronik yang memungkinkan konsumen untuk membeli barang atau jasa atau berbelanja langsung dari ponsel mereka, tab, laptop, atau perangkat lain yang terhubung ke internet di mana saja di dunia.

    A. Kategori Bisnis Online Retail


    Bisnis retail terbagi menjadi beberapa kategori, dibedakan dari barang atau jasa apa yang ditawarkan untuk bisnis retail online tersebut. Selain itu, dibedakan juga dari kepemilikan badan usaha untuk retail.

    Berikut ini adalah kategori bisnis retail yang ada di pasaran saat ini, beberapa dari bisnis retail ini mungkin Anda akan mengenalnya.
    Dibedakan Dari Produk Yang Ditawarkan Di Dalam Bisnisnya

    a) Bisnis Product Retail Online


    Bisnis product retail online menyajikan produk atau barang secara online. Barang yang disajikan beragam, bisa seperti kebutuhan sehari- hari, makanan, sembako, dan lainnya. Contohnya seperti Alfamart dan Indomaret online.

    b)    Bisnis Service Online

    Bisnis service online menyediakan jasa yang ditawarkan secara online. Jasa yang ditawarkan juga beragam, mulai dari jasa transportasi, jasa konsultasi dan sebagainya. Sebagai contoh adalah Ojek online seperti Gojek, atau Jasa bimbingan belajar online.

    Dibedakan Dari Kepemilikan Bisnis Retail Online

    a) Bisnis Retail Franchise Online

    Franchise online adalah bisnis kembangan atau franchise yang dijalankan secara online. Franchise adalah bisnis kembangan dari bisnis retail milik orang lain yang dijalankan secara independen.

    b) Bisnis Retail Online Independen

    Bisnis retail online independen adalah sebuah bisnis online yang dikembangkan secara pribadi, dan murni kepemilikan pribadi. Sebagai contoh warung online yang dikembangkan, dan dipromosikan melalui media sosial.

    c) Bisnis Retail Makro Online

    Bisnis retail makro online adalah bisnis retail makro yang terikat dengan sebuah badan usaha, atau perusahaan, sebagai contoh seperti Alfamart online.


    B.       Tujuan Bisnis Retail Online

    Tujuan dari bisnis ritel itu sendiri adalah menyediakan banyak pilihan barang sesuai dengan keinginan serta kebutuhan pembeli, menawarkan produk barang dan jasa.

    Umumnya dalam ukuran unit yang kecil atau eceran untuk keperluan konsumen sesuai dengan kebutuhan, menghubungkan distributor utama (grosiran) dengan konsumen, serta mengumpulkan informasi barang dan jasa sesuai dengan konsumen.

    Dengan adanya sistem bisnis ritel online segala tujuan itu bisa dicapai melalui sistem online. Menghubungkan konsumen dan distributor menjadi cepat dan efisien dengan media sosial atau internet (Website).

    Mengumpulkan informasi kebutuhan konsumen juga semakin mudah dengan media sosial, serta penyaluran informasi terkini terkait promo produk menjadi lebih cepat.


    C.     Contoh Bisnis Retail Online


    Ada banyak contoh bisnis retail online yang hadir di Indonesia namun banyak yang belum mengetahuinya. Dari ketegori bisnisnya, bisnis retail online hadir dengan beragam produk dan jasa.

    Bila dari produk bisa saja barang elektronik, fashion, furniture, fashion, makanan, minuman, kesehatan, kecantikan, buku dan lainnya.

    Contoh bisnis retail online yang menjual produk seperti Alfamart Online, Klik Indomaret, Hypermart, Yogya Group, Lottemart, Kemchick, Ranchmarket, Goro, Hero, TipTop, The Foodhall, Transmart Carrefour, Brambang, Sayurbox, Mothercare, RupaRupa, Dekoruma, Times Books Store, Gramedia dan bisnis toko retail online lainnya.

    Contoh bisnis retail online bidang jasa seperti pengiriman barang (JNE, Sicepat, TIKI, Ninja Express, Grab, Gojek), KAI, Prudential, guru privat online, admin sosial media, desain grafis, jasa penulisan artikel, jasa pembuatan website, jasa Advertising online, Entry Data, jasa perbaikan dan lainnya.

     

    D.    Kelebihan & Kekurangan Bisnis Retail Online


    Dalam dunia bisnis retail online yang berkembang terdapat kelebihan dan kekurangan yang dapat Anda ketahui dibawah ini.

    Menumbuhkan bisnis ritel online memiliki kelebihan , beberapa di antaranya adalah:

    1. Biaya overhead minimal
    2. Akses mudah langsung ke pasar konsumen
    3. Potensi pertumbuhan maksimum
    4. Kemampuan untuk memperluas pasar Anda dari waktu ke waktu
    5. Kepuasan pelanggan dalam hal kemudahan penggunaan dan pengiriman yang mudah
    6. Kemampuan pelanggan untuk menemukan bisnis Anda meskipun itu lokal
    7. Kemampuan untuk memiliki tingkat persediaan yang lebih rendah (dan oleh karena itu biaya) dimuka

    Namun, ada sejumlah kekurangan yang perlu kita ketahui tentang ritel online. Diantaranya adalah:

    1. Beberapa target konsumen tidak memiliki akses ke internet.
    2. Kompleksitas dalam menjalankan bisnis sepenuhnya secara online.
    3. Peretas akan berusaha mendapatkan informasi konsumen.
    4. Tingkat pengembalian yang tinggi karena kurangnya pemeriksaan fisik produk yang baik.
    5. Penurunan pengalaman dibandingkan dengan belanja offline.
    6. Biaya tinggi yang terkait dengan pemeliharaan situs web.
    7. Kebutuhan akan pergudangan.
    8. Perlunya tim dukungan pelanggan untuk pengembalian dan keluhan produk.
    9. Masalah hukum online retail.
    10. Dibandingkan dengan ritel fisik, online retail memberikan pengalaman pelanggan yang lebih rendah dan menghasilkan lebih sedikit loyalitas konsumen. Keduanya dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu, menjadikan online retail sebagai ancaman langsung bagi ritel tradisional.